Al-Qur'an

secara harfiah berarti “bacaan yang mencapai puncak kesempurnaan”. Al-Quran Al-Karim berarti bacaan yang maha sempurna dan maha mulia. Tidak ada satu bacaan pun yang dipelajari, dibaca, dan dipelihara aneka macam bacaannya yang jumlahnya lebih dari sepuluh serta ditetapkan tata-cara membacanya (mana yang harus dipanjangkan, mana yang harus dipendekkan, dipertebal, diperhalus, di mana tempat-tempat boleh berhenti, mana ynag tidak boleh bahkan sampai pada lagi atau irama yang diperkenankan dan yang tidak).

 

Al-Qur’an bagaikan mutiara yang tersembunyi yang terbungkus oleh kerang. Dari kerang ini kemudian tumbuh lima cabang ilmu. Dari lafal-lafal Al-Qur’an tumbuhlah ilmu bahasa arab, dan konjungsi lafal-lafalnya tumbuh menjadi nahwu atau gramatika bahasa arab, lalu tumbuh menjadi ilmu Qira’ah atau ilmu membaca Al-Qur’an sedangkan dari cara mengucapkan huruf-huruf al-Qur’an tumbuh pula menjadi makhraj. Al-Qur’an adalah kitab Allah yang diturunkan ke dunia yang harus diyakini oleh setiap orang mukmin.

Beriman kepada Al-Qur’an harus dibuktikan dengan membacanya, mempelajarinya, serta mengajarkannya kepada orang lain. Mempelajari Al-Qur’an adalah kunci sukses hidup dunia dan akhirat. Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Ghumah Qur’an Assajjad

Ghumah Qur’an Assajjad (GQA) adalah sebuah lembaga yang menjadi sarana penggajaran Al-Qur’an dan penerapan nilai-nilainya sekaligus, terutama dalam hal pendidikan baik utuk anak, remaja, ataupun orang dewasa. Belajar Al-Qur’an harapannya menjadi lebih menyenangkan, bersemangat, dan penuh kesan bagi anak-anak dan orang tua.

GQA ini diinisiasi oleh drh. Budiman Jaya dan Yeni Afriyanti, S.Psi, Al-Hafidzah, alhamdulillah telah dilaunching pada tanggal 29 Januari 2020.  Banyak hal yang masih harus dilalui, ibarat tangga awal, perjalanan ini masih banyak butuh persiapan, masukan, serta kolaborasi dari berbagai pihak. Sehingga sasaran yang dituju dapat meluas dan berdampak pada khalayak serta menjadi sarana dalam memperbaiki kondisi umat yang senantiasa terdestruktif oleh perkembangan zaman yang semakin tidak menentu.

Tujuan GQA

  1. Menjadi sarana belajar-mengajar Al-Qur’an sesuai dengan kaidah Tajwid yang benar.
  2. Terbentuknya Hafidz/ah cilik yang akan menjadi icon kebanggaan bagi orang tua di dunia dan akhirat.
  3. Terbentuknya generasi muda yang disiapkan menuju gerbang pernikahan dan siap dalam mendidik anak-anaknya kelak sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an.
  4. Membentuk karakter masayarakat yang fokus pada Al-Qur’an.
  5. Mendidik Ibu-ibu dan calon ibu di seluruh negeri untuk menjadi wanita salihah yang akan menjadi cahaya bagi keluarganya.
Open chat